Modul Pelayaran: Meteorologi-1-Awan

AWAN

Awan terbagi dalam empat golongan,dan tiap golongan dibagi dalam beberapa jenis, ialah seperti berikut:

Golongan awan tinggi terdapat pada ketinggian 6.000 meter ke atas.

Jenis awan tinggi adalah :

  • Cirrus
  • Cirro cumulus
  • Cirro stratus

Golongan awan menengah terdapat pada ketinggian 2000 meter hingga 6000  meter.

Jenis awan menengah adalah:

  • Alto Cumulus
  • Alto Stratus

Golongan awan rendah terdapat pada ketinggian 2000 meter ke bawah.

Jenis awan rendah adalah:

  • Nimbo Stratus
  • Stratus Cumulus
  • (Low) Stratus

Golongan awan yang membumbung ke atas.

Jenis awan yang membumbung ke atas adalah:

  •  Cumulus Humilis
  •  Cumulus Hongestus
  •  Cumulus Nimbus

Pada umumnya, awan terdiri dari butir-butir air cair yang berukuran sedemikian kecil sehingga tidak jatuh. Awan yang terdapat pada ketinggian dimana temperature udara adalah jauh dibawah 0  tidak lagi terdiri dari butir-butir air cair, melainkan terdiri dari butir-butir es (=Kristal-kristal es). Di daerah Equator seperti Indonesia, awan tinggi terdiri dari Kristal-kristal es, karena temperatur udara pada ketinggian 6000 meter ke atas di daerah Equatorial adalah jauh di bawah  0 C.

  1. Cirrus adalah sejenis awan tinggi yang berbentuk seperti mata pancing atau seperti bulu ayam. Awan cirrus tersebut tampak putih bersih.
  2. Cirro Cumulus adalah sejanis awan tinggi yang berbentuk seperti sisik ikan. Awan Cirro Cumulus Nampak putih bersih, dan gumpalan-gumpalan awannya aalah kecil-kecil, ini disebabkan karena awan Cirro Cumulusitu terletak jauh dari mata penilik.
  3. Cirro stratus adalah sejenis awan tinggi yang tidak mempunyai gambar, melainkan merupakan suatu layar awan yang rata. Pada siang hari kalau langit diliputi awan Cirro Stratus, mak langit tampak putih silau.
  4. Alto Cumulus adalah sejenis awan menengah yang berbentuk serupa dengan awan Cirro Cumulus, seperti bulu domba atau seperti sisik ikan. Akan tetapi gumpalan-gumpalan awannya nampak lebih besar, Karena awan Alto Cumulus terletak lebih dekat pada mata penilik.
  5. Alto Status adalah sejenis awan menengah, dan pada prinsipnya berbentuk serupa dengan awan Cirro  Status. Merupakan suatu layar awan yang rata.
  6. Nimbo Stratus pada prinsipnya berbentuk serupa dengan Alto Stratus, akan tetapi amat tebal sehingga sinar matahari sulit menembus lapisan awan ini. Dengan demikian maka bagian bawah awan Nimbo Stratus berwarna abu-abu gelap sampai hitam. Awan Nimbo Stratus dapat menimbulkan hujan lebat.
  7. Strato Cumulus adalah sejenis awan rendah yang pada prinsipnya berbentuk serupa dengan Alto Cumulus, seperti bulu domba akan tetapi gumpalan-gumpalannya sangat lebih besar, Karen aawan Strato Comulus terlatak lebih dekat pada mata penilik. Awan Strato Cumulus nampak berwarna abu-abu dan bentuk tiga dimensinya sudah napak pula.
  8. (Low) Stratus adalah sejenis awan rendah yang tidak mempunyai gambar apa-apa melainkan merupakan suatu layar awan yang rata. Kalau awan (Low) Stratus mencapai permukaan tanah, maka hal ini disebut kabut.
  9. Awan Cumulus Humilis merupakan fase pertama pembentukan awan golongan IV. Awan golongan IV ini terjadi karena adanya aliran udara vertical. Pada tempat-tempat dimana udara mengalir ke bawah , maka awan yang ada akan dilenyapkan. Awan Cumulus Humilis ini juga dikenal dengan sebutan Cumulus Kecil atau juga dengan sebutan Fair Weather Cumilis.
  10. Cumulus Congestus merupakan fase kedua pembentukan awan golongan IV. Kalau hari makin panas, maka aliran udara vertical mendapat kesempatan untuk mencapai ketinggian yang lebih besar, dan hal ini menyebakan awan Cumulus Humilis bertumbuh ke atas. Bahagian bawah Cumulus Congestus ini mulai memperoleh warna abu-abu, karena sudah bertambah tebal, sehingga sinar matahari mengalami kesulitan untuk menembus awan ini. Puncak awan Cumulus Congestus belum melebar, melainkan berbetuk runcing.
  11.  Cumulus Nimbus merupakan fase terakhir pembentukan awan golongan IV. Bahagian atas Cumulus Nimbus sudah melebar. Bahagian bawah Cumulus Nimbus nampak berwarna abu-abu gelap sampai hitam. Cumulus Nimbus menimbulkan hujan setempat (= shows). Selain itu, petir, kilat dan Guntur ditimbulkan oleh awan Cumulus Nimbus.[pp]

Sumber: Buku Meteorologi, PLAP. Maret 1986

2 thoughts on “Modul Pelayaran: Meteorologi-1-Awan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>